Peluang dan Tantangan Fintech Syariah

Menurut berita fintech Indonesia, tentunya ada banyak sekali keunggulan yang dimiliki oleh fintech syariah ini. Nah, kelebihan inilah yang berpeluang untuk didorong sebagai ujung tombak pertumbuhan dan pengembangan industri keuangan syariah. Selain itu, ada juga peluang dan tantangan fintech syariah yang perlu Anda ketahui.

Peluang dan Tantangan Fintech Syariah

Di sisi lain, fintech juga memiliki beberapa tantangan dalam rangka mendorong fintech ini sebagai ujung tombak industri keuangan syariah. Beberapa tantangan ini menjadi catatan bersama, terlebih bagi para pelaku industri fintech syariah.

  1. Menciptakan Ekosistem Fintech Syariah

Tantangan pertama dari fintech syariah ini adalah Anda harus bisa menciptakan ekosistem fintech syariah yang memadai dan terintegrasi antara pihak pemerintah, regulator, pelaku usaha, dunia pendidikan, hingga konsumennya.

  1. Penerapan Syariah Compliance

Sebagai usaha yang berbasis syariah, maka penerapan prinsip syariah ini harus sudah sesuai dengan standar yang sudah ditetapkan oleh MUI. Peran pengawasan syariah ini juga sangatlah penting.

Terlebih apabila kinerja pengawasan terhadap produk dan praktik syariah tidak optimal, maka bisa menimbulkan pelanggaran. Akibatnya, masyarakat dan konsumen pun akan memiliki citra dan kredibilitas yang negatif terhadap fintech syariah ini.

Oleh karena itu, kualitas dan kompetensi yang memadai untuk pengawas syariah pun sangatlah penting untuk diperhatikan.

  1. Pencegahan Praktik Money Laundry

Peluang dan tantangan fintech syariah selanjunya adalah memiliki peluang untuk menjadi sasaran praktik pencucian uang. Terlebih lagi bagi fintech syariah P2P Lending yang membuka kesempatan bagi siapa saja dalam melakukan investasi.

Dengan begitu, maka mekanisme know your investors yang memadai sangatlah penting untuk diterapkan. Terlebih bagi fintech syariah, khususnya agar terhindar dari sumber dana yang tidak halal.

  1. Meningkatkan Tata Kelola dan Internal Kontrol

Tata kelola yang memadai dari kegiatan fintech ini sangatlah penting untuk dipahami. Dengan begitu, maka praktek penyalahgunaan dapat dihindari. Selain itu, meningkatkan profesionalisme karyawan pun sangatlah penting.

Tidak hanya itu, fungsi pengendalian internal yang kuat juga bisa mengurangi potensi fraud dan moral hazard, seperti halnya fungsi manajemen risiko, pengendalian intern dan kepatuhan. Di samping itu, mengenali karakter karyawan juga menjadi hal yang cukup penting.

Terakhir, peluang dan tantangan fintech syariah sebagai bisnis startup yang sedang tumbuh saat ini memang memiliki industri yang belum mapan jika dibandingkan dengan industri keuangan yang ada saat ini.

Oleh karena itu, diharapkan standar regulasinya tidak cepat diberlakukan, karena bisa membuat fintech syariah ini layu sebelum berkembang.