Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Program Hamil

 

Terkadang beberapa pasangan melakukan kesalahan umum ketika merencanakan kehamilan melalui program hamil. Meski dianggap sepele, seperti yang Anda tahu, kesalahan ini juga bisa memengaruhi peluang Anda untuk hamil. Karena itu, Anda harus memperhatikan kebiasaan sehari-hari dan skala aktivitas Anda.

Yang Perlu Dihindari Saat Melakukan Program Hamil

Ada beberapa hal yang terkadang menjadi kesalahan saat menjalani program hamil.

1. Hubungan Intim Tidak Teratur

Salah satu kesalahan terbesar yang dilakukan pasangan selama program kehamilan adalah melakukan hubungan intim yang tidak teratur. Faktanya, penting untuk dipahami bahwa hubungan intim sebelum dan selama ovulasi adalah waktu terbaik untuk hamil. Cobalah berhubungan intim 2-3 kali seminggu. Ini karena Anda lebih mungkin untuk hamil.

2. Menunda memeriksa ke dokter

Jangan meremehkan pentingnya menemui dokter saat ingin menjalankan program kehamilan. Apalagi jika Anda dan pasangan sudah memiliki usia di atas 35 tahun dan belum memiliki anak selama minimal satu tahun setelah menikah. Jika sudah demikian maka disarankan untuk ke dokter kandungan untuk melakukan pemeriksaan dan mencari tahu apa masalah penyebab tidak bisa hamil.

3. Menggunakan pelumas atau cairan lubrikasi

Apakah Anda dan pasangan memiliki kebiasaan selalu menggunakan cairan lubrikasi? Jika iya maka sebaiknya ubah kebiasaan ini. Sebagian besar pelumas tidak ramah sperma dan dapat mengurangi peluang Anda untuk hamil.

4. Menjalani gaya hidup tak sehat

Hal yang harus diingat adalah sangat penting untuk selalu menjaga kesehatan Anda dan pasangan karena memiliki peranan penting dalam meningkatkan peluang kehamilan lebih cepat. Oleh karena itu, gaya hidup sehat harus diutamakan.

Hindari kebiasaan seperti mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat, merokok, minum alkohol dan penggunaan obat-obatan terlarang. Penting juga untuk tetap tenang sehingga dapat menghindari stres dan depresi yang dapat mengganggu program hamil.

5. Selalu menyalahkan pihak perempuan

Seringkali kesalahan karena sulit hamil biasanya akan selalu disalahkan kepada pihak perempuan atau istri. Padahal kenyataannya tidak selalu pihak perempuan yang tidak subur namun bisa saja pihak laki-laki misalnya seperti masalah pada reproduksi atau spermanya. Maka dari itu sebaiknya dilakukan pemeriksaan ke dokter kandungan terlebih dahulu.

6. Tidak memanfaatkan masa subur

Banyak pasangan tidak menyadari bahwa 3-5 hari sebelum ovulasi adalah waktu terbaik untuk  berhubungan intim. Berhubungan intim sebelum dan saat periode ovulasi meningkatkan peluang Anda untuk hamil. Sebaiknya catat kapan masa subur sehingga tidak terlewatkan.

Anda juga perlu mencari fasilitas kesehatan yang tepat yang dapat membantu program hamil Anda. Klinik Kehamilan Sehat memiliki pelayanan yang lengkap termasuk program hamil seperti USG transvaginal, analisa sperma, pemberian vitamin, dll. Kunjungi https://kehamilansehat.dom untuk cek selengkapnya!